Enviro Day 2 : Belajar mengolah limbah cair menggunakan RBC, Trickling Filter dan SBR

Pada Tanggal 24 Maret 2018, berlangsung acara Enviro Day ke 2. Enviro Day 2 merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Teknik Lingkungan ITATS setiap tahun. Enviro Day dilaksanakan dengan mengundang siswa dan guru SMA/SMK  Surabaya dan sekitarnya. Sesuai dengan topik, dalam acara ini, siswa dan guru SMA/SMK di Surabaya diajak untuk mengenal lebih jauh tentang limbah domestik beserta pengolahannya.

SONY DSC

Mahasiswa Teknik Lingkungan ITATS yang bertugas dalam Enviro Day 2

Continue reading

Mengapa Limbah Domestik Harus Diolah?

Seperti yang telah diketahui dari tulisan sebelumnya, bahwa air yang digunakan oleh manusia sehari-hari untuk berkegiatan menyebabkan munculnya air bekas atau disebut dengan limbah domestik. Limbah domestik sebagian besar dikeluarkan oleh rumah tangga dari kegiatan mencuci, memasak, mandi, dan lain-lain. Limbah domestik terkesan sepele dan dianggap remeh. Akan tetapi, dampak yang ditimbulkan dari limbah domestik yang terakumulasi dapat merusak lingkungan terutama air sungai.

Continue reading

Apa Itu Limbah Domestik?

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia selalu beraktivitas setiap hari. Sebagian besar aktivitas manusia menggunakan air dalam kegiatannya. Banyak sekali kegiatan manusia yang menggunakan air. Contohnya seperti mandi, mencuci, memasak, dan bahkan minum merupakan kegiatan manusia yang banyak menggunakan air. Setiap kegiatan yang kita lakukan dengan air akan menghasilkan air bekas pakai. Seperti misalnya setelah mandi atau mencuci, pasti ada air bekas mandi dan air bekas cuci yang mengalir ke saluran pembuangan. Air bekas yang kita hasilkan sehari-hari dari kegiatan mandi, mencuci, dan memasak disebut dengan limbah domestik.

Continue reading

BAKU TINGKAT KEBISINGAN DAN NILAI AMBANG BATAS KEBISINGAN

Oleh : Rahmanu Eko H

 

Batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan telah diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan. Sedangkan nilai ambang batas kebisingan di tempat kerja telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2011 tentang nilai ambang batas faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja.

Continue reading

DAMPAK KEBISINGAN DARI KEGIATAN KONSTRUKSI

Oleh : Rahmanu Eko H

 

Kita mungkin pernah melakukan aktivitas di suatu tempat yang amat dekat dengan kegiatan konstruksi, misal pembangunan gedung kantor, sekolah, apartemen, rumah sakit, dll. Kegiatan tersebut pasti menimbulkan suara yang bising dan mengganggu kenyamanan kita. Tahukah anda bahwa paparan kebisingan yang terus menerus dapat mengganggu kesehatan manusia?

Continue reading

Mengenal Air Asam Tambang

Oleh : Ayu Nindya Puspa

 

Selain kegiatan produksi di industri, kegiatan pertambangan juga menghasilkan limbah. Eksplorasi tambang dengan cara open pit atau penggalian skala besar akan menghasilkan limbah berupa air asam tambang. Apa sih air asam tambang itu?

Air asam tambang atau biasa juga dikenal sebagai Acid Mine Drainage (AMD) atau Acid Rock Drainage (ARD) adalah kondisi dimana air di dalam atau sekitar area pertambangan memiliki kadar keasamanan yang sangat tinggi, biasanya nilai pH nya kurang dari lima. Tiga unsur pembentuk air asam tambang adalah air, mineral sulfida, dan oksigen. Ketika mineral sulfida terkena oksigen dan air, maka akan terbentuk air asam tambang. Air asam tambang bahkan masih terbentuk setelah tambang tersebut ditutup atau sudah tidak beroperasi lagi.

Air asam tambang berdampak buruk bagi lingkungan, terutama apabila sudah terlepas ke badan air seperti sungai, danau, dan mencemari air tanah. Air asam tambang bersifat toksik sehingga tidak dapat dikonsumsi. Untuk menanggulangi pencemaran air asam tambang maka air asam tambang yang terbentuk dialirkan ke suatu bak untuk kemudian dinetralkan. Cara mentralkan air asam tambang adalah dengan menambahkan kapur Diharapkan dengan penambahan kapur, pH air asam tambang dapat mendekati netral dan aman untuk dibuang ke lingkungan.

Sumber gambar :

PT. MAKMUR SEJAHTERA AGUNG

http://assets-a1.kompasiana.com/statics/files/14171761091214381162.png?t=o&v=800