DAMPAK KEBISINGAN DARI KEGIATAN KONSTRUKSI

Oleh : Rahmanu Eko H

 

Kita mungkin pernah melakukan aktivitas di suatu tempat yang amat dekat dengan kegiatan konstruksi, misal pembangunan gedung kantor, sekolah, apartemen, rumah sakit, dll. Kegiatan tersebut pasti menimbulkan suara yang bising dan mengganggu kenyamanan kita. Tahukah anda bahwa paparan kebisingan yang terus menerus dapat mengganggu kesehatan manusia?

Continue reading

Advertisements

Mengenal Air Asam Tambang

Oleh : Ayu Nindya Puspa

 

Selain kegiatan produksi di industri, kegiatan pertambangan juga menghasilkan limbah. Eksplorasi tambang dengan cara open pit atau penggalian skala besar akan menghasilkan limbah berupa air asam tambang. Apa sih air asam tambang itu?

Air asam tambang atau biasa juga dikenal sebagai Acid Mine Drainage (AMD) atau Acid Rock Drainage (ARD) adalah kondisi dimana air di dalam atau sekitar area pertambangan memiliki kadar keasamanan yang sangat tinggi, biasanya nilai pH nya kurang dari lima. Tiga unsur pembentuk air asam tambang adalah air, mineral sulfida, dan oksigen. Ketika mineral sulfida terkena oksigen dan air, maka akan terbentuk air asam tambang. Air asam tambang bahkan masih terbentuk setelah tambang tersebut ditutup atau sudah tidak beroperasi lagi.

Air asam tambang berdampak buruk bagi lingkungan, terutama apabila sudah terlepas ke badan air seperti sungai, danau, dan mencemari air tanah. Air asam tambang bersifat toksik sehingga tidak dapat dikonsumsi. Untuk menanggulangi pencemaran air asam tambang maka air asam tambang yang terbentuk dialirkan ke suatu bak untuk kemudian dinetralkan. Cara mentralkan air asam tambang adalah dengan menambahkan kapur Diharapkan dengan penambahan kapur, pH air asam tambang dapat mendekati netral dan aman untuk dibuang ke lingkungan.

Sumber gambar :

PT. MAKMUR SEJAHTERA AGUNG

http://assets-a1.kompasiana.com/statics/files/14171761091214381162.png?t=o&v=800

 

 

MEKANISME KERJA STASIUN PEMANTAU KUALITAS UDARA

Oleh : Rahmanu Eko H.

Secara umum perangkat stasiun pemantau kualitas udara terdiri dari alat detektor, server pemantau, dan alat display ISPU. Alat detektor berfungsi sebagai penangkap sekaligus mengukur parameter pencemar udara. Di dalam perangkat detektor terdapat panel surya, main board, baterai, 5 buah gas sensor, alat meteorologis, dan data transmisi. Alat meteorologis pada detektor berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan angin.

Continue reading

Mengenal Secure Landfill

Oleh    : Ayu Nindyapuspa

Limbah B3 yang muncul akibat dari kegiatan manusia sehari-hari harus dikelola dan diolah dengan baik. Dalam artikel sebelumnya, salah satu jenis pengolahan limbah B3 adalah dengan cara solidifikasi. Hasil solidifikasi atau biasa disebut dengan produk S/S dapat dimanfaatkan menjadi paving untuk pejalan kaki atau dapat dibuang langsung ke dalam secure landfill.

Continue reading

RENTANG INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA

Oleh : Rahmanu Eko H.

 

Seperti pada penjelasan tentang ISPU sebelumnya, berikut adalah rentang Indeks Standar Pencemar Udara berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 1997.

KATEGORI RENTANG PENJELASAN
Baik 0 – 50 Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika
Sedang 51 – 100 Tingkat  kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika
Tidak Sehat 101 – 199 Tingkat  kualitas udara yang bersifat merugikan pada kesehatan manusia atau kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika
Sangat tidak sehat 200 – 299 Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi  yang terpapar
Berbahaya 300 – lebih Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius

Continue reading

INDONESIA BEBAS SAMPAH 2020

(Oleh : Arlini Dyah R.)

 

Tahukan kalian bahwa setiap aktivitas manusia yang dilakukan setiap detik berkontribusi menghasilkan sampah? Sampah memerlukan pengelolaan yang integratif, partisipatif dan berkelanjutan. Gerakan `Indonsia Bebas Sampah 2020` merupakan satu upaya yang dicanangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 21 Februari 2016, yang bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Continue reading

Pengolahan Pencemaran Lingkungan dengan Solidifikasi (Bagian-2)

Oleh: Ayu Nindyapuspa

 

Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya pembaca membaca bagian pertama dulu ya 🙂

Sudah diketahui oleh para pembaca bahwa solidifikasi adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung logam berat. Bahan utama yang digunakan dalam solidifikasi adalah semen, air, dan limbah itu sendiri. Tujuan dilakukan solidifikasi adalah mengubah bentuk fisik limbah yang semula berbentuk cair menjadi solid (padat). Produk solidifikasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan menjadi paving jalan atau dibuang langsung ke secure landfill.

Continue reading

INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA

Oleh : Rahmanu Eko H.

Indeks kualitas udara merupakan angka tak bersatuan yang menunjukkan kondisi kualitas udara ambien disuatu daerah. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 1997 indeks kualitas udara yang resmi dipergunakan di Indonesia adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

ISPU adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya.

Continue reading