SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA BANGUNAN GEDUNG

(Rahmanu Eko H) Salam sahabat lingkungan,

Pada sistem plambing pada bangunan gedung terdapat empat sistem penyediaan air bersih, yaitu sistem sambungan langsung, sistem tangki atap, sistem tangki tekan, dan sistem tanpa tangki.

Mekanisme dari sistem sambungan langsung yaitu air bersih dari PAM melalui pipa utama PAM masuk ke instalasi meteran air dan air langsung didisribusikan ke seluruh gedung. Sistem ini diterapkan pada bangunan rumah.

sistem-sambungan-langsung

Pada sistem tangki atap, air bersih ditampung terlebih dahulu pada ground reservoir / tangki air bawah kemudian dipompa ke tangki atap. Dari tangki atap, air didistribusikan ke jaringan perpipaan dalam gedung dengan sistem gravitasi.

sistem-tangki-atap

Pada sistem tangki tekan, air bersih ditampung pada ground reservoir / tangki air bawah kemudian dipompakan ke dalam tangki bertekanan. Air dalam tangki bertekanan dialirkan ke seluruh jaringan perpipaan gedung. Pompa bekerja secara otomatis dan akan berhenti jika tekanan tangki telah mencapai suatu batas minimum yang ditetapkan.

sistem-tangki-tekan

Sedangkan pada sistem tanpa tangki, tidak digunakan tangki apapun dimana air dari PDAM dipompakan langsung ke seluruh jaringan perpipaan gedung. Sistem ini dilarang di Indonesia karena dapat merusak jaringan distribusi air minum pada PDAM.

 

 

Sumber:

  • Morimura, T., dan Noerbambang, S. M. 1988. “Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing”. PT. Pradnya Paramita. Jakarta

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s