Menjadi karyawan ataupun berwirausaha, Soft Skills penting dalam dunia kerja

(Taty A) Kesuksesan lulusan, ternyata tidak ditentukan oleh kemampuan teknis dan akademis lulusan tersebut, namun 40% disumbang oleh kematangan emosi dan sosial, 30% oleh proses networking yang dijalin, 20% oleh kemampuan akademis, dan 10% oleh kemampuan finansial yang dimilikinya.

0b2f92d
Pada saat lulusan mengemban tugas di dalam lingkungan kerja, baik sebagai pegawai negeri, pegawai swasta maupun wirausaha, soft skills merupakan syarat utama bagi kesuksesannya.


Bekerja sebagai pegawai negeri maupun pegawai swasta, mensyaratkan seseorang memiliki karakter yang kuat, seperti integritas yang tinggi, jujur, bertanggung jawab akan tugas yang diembannya, serta semangat juang yang tinggi. Selain itu, juga membutuhkan ketrampilan untuk berhubungan sosial dengan orang lain, seperti bekerja di dalam tim, serta mempresentasikan dan mengekspresikan ide yang dimilikinya. Pekerja dengan soft skills yang tinggi akan memiliki daya juang dan tanggung jawab untuk selalu menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara itu, jika lulusan menetapkan untuk menjadi wirausaha, soft skill akan menjadi sangat penting untuk dapat selalu menelorkan ide-ide yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat mendukungnya untuk menemukan celah dan berjuang di menjual ide yang dimilikinya kepada orang lain. Seorang wirausaha memiliki ciri kuat di dalam menemukan ide secara aktif dan kreatif untuk dapat selalu berjuang di dalam mengembangkan usahanya.

soft_skills_studyfun

Soft skills yang terdiri dari karakter, sikap dan nilai hidup, ketrampilan personal dan interpersonal merupakan faktor penting didalam hampir semua aspek kehidupan, terutama di dalam dunia kerja. Seorang karyawan tidak hanya dituntut untuk menguasai kompetensi teknis, seperti bagaimana menerapkan konsep yang telah dipelajari di dalam inti keilmuannya, namun juga dituntut untuk memiliki karakter yang kuat, sikap hidup yang mantap, ketrampilan untuk berhubungan dengan orang lain, serta ketrampilan personal lain.
Di dalam praktek proses seleksi karyawan yang dilakukan oleh perusahaan pada umumnya melakukan saringan berdasarkan pada aspek kemampuan berpikir logis dan analisis di tahap awal. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi karakter dan sikap kerja, sementara pada proses seleksi akhir, baru dilakukan seleksi berdasarkan kemampuan teknis dan akademis calon pegawai tersebut
Terutama proses seleksi wawancara, proses ini sangat sarat dengan soft skills, yaitu ketrampilan berkomunikasi secara efektif, kemampuan berpikir kritis, ketrampilan menghargai orang lain, sikap serta motivasi kerja.

Sumber : Pengembangan Soft Skills di Perguruan Tinggi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s