Soft skill merupakan bagian penting dari kompetensi seseorang untuk dapat “berhasil” dalam hidupnya

(Taty A). Dalam buku Pengembangan Soft Skills di Perguruan Tinggi, definisi soft skill adalah sebagai berikut :
Softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (inter-personal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra-personal skills) yang mampu mengembangkan secara maksimal unjuk kerja (performans) seseorang

Komunikasi

Sebagai contoh dari keterampilan mengatur dirinya sendiri antara lain (a) transforming character, (b) transforming beliefs, (c) change management, (d) stress management, (e) time management, (f) creative thinking processes, (h) goal setting and life purpose, (i) acelerated learning techniques,dan lain-lain.
Sedangkan contoh keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain di antaranya adalah (a) communication skill, (b) relationship building, (c) motivation skills, (d) leadership skills, (e) self-marketing skills, (f) negotiatian skills, (g) presentation skills, (h) public speaking skills, dan lain lain

Soft Skill
Dengan menggunakan definisi di atas, tampak bahwa soft skill merupakan bagian penting dari kompetensi seseorang untuk dapat “berhasil” dalam hidupnya.
Sebagai ilustrasi, lulusan perguruan tinggi yang soft skillnya kurang di antaranya ditandai dengan perilaku tidak tangguh, cepat bosan, bertabiat seperti kutu loncat, tidak dapat bekerja sama, kurang jujur, tidak memiliki integritas dan bahkan tidak memiliki rasa humor. Tentu saja sarjana dengan perilaku seperti itu, peluang keberhasilnya di pasar kerja terbatas.
Lulusan perguruan tinggi tidak sedikit yang soft skillnya terbatas, sehingga seringkali dikeluhkan oleh para penggunanya. Salah satu penyebab rendahnya soft skilllulusan di antaranya disinyalir karena di perguruan tinggi proses pembelajaran belum memberikan perhatian yang serius pada soft skilldibandingkan dengan pembelajaran hard skill.
Seorang pemain bola yang kompeten harus mahir tidak saja dalam kemampuan teknis seperti berlari, menendang, dan bertahan (inilah yang disebutnya sebagai hard skill), tetapi juga harus mampu dalam bekerjasama dalam tim, gigih, mengambil inisiatif, berani mengambil keputusan, dan lain-lain (kemampuan ini yang disebutnya sebagai softskill).
Lulusan perguruan tinggi harus mempunyai kompetensi dalam penguasaan dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi (hard skill), tetapi mereka harus mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, bekerja mandiri dan berpikir analitis (soft skill).

Sumber : Pengembangan Soft Skills di Perguruan Tinggi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s