Kesadaran Lingkungan (Studi Kasus di Salah Satu Desa di Kabupaten Gresik)

photo niamOleh : Achmad Chusnun Ni’am, S.Si., M.T

Salah satu permasalahan yang terjadi di wilayah pemukiman adalah kebersihan lingkungan. Masalah yang sering dihdapai adalah kurangnya kesadaran perilaku warga untuk hidup bersih. Hal ini terjadi seperti di salah satu desa di Kabupaten Gresik. Perilaku yang tidak sehat terlihat adanya pembuangan sampah di lahan-lahan kosong. Lahan kosong dimanfaatkan oleh warga untuk membuang sampah. Selain itu terdapat warga yang memeihara sekaligus beternak hewan seperti unggas, kambing, dan sapi yang tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat dari aktivitas beternak sehingga mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar.

Slide1
Perilaku membuang sampah di lahan-lahan kosong yang dilakukan warga salah satunya diakibatkan karena tidak seluruh warga yang memiliki tong sampah didepan rumah. Warga yang memilki tong sampah nantinya sampah akan diangkut oleh petugas menuju TPS tetapi warga yang tidak memiliki fasilitas tong sampah, mereka membuang sampah di lahan-lahan kosong yang nantinya sampah tersebut akan dibakar. Aktivitas tersebut memberi dampak negatif terhadap lingkungan seperti bau tidak sedap dari sampah yang dibuang di lahan terbuka dan asap yang ditimbulkan dari pembakaran sampah dilahan terbuka. Selain itu, belum ada fasilitas tong sampah yang memisahkan antara sampah basah dan sampah kering.
Perilaku dari warga yang memelihara hewan ternak dengan tidak memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan karena pemeliharaan yang dilakukan secara terbuka. Dampak yang ditimbulkan dari pemeliharaan hewan yang tidak memperhatikan lingkungan adalah bau yang tidak sedap, akibat kotoran hewan, kerumunan lalat yang bisa menimbulkan penyakit, penyebaran virus Avian Influenza atau flu burung (H5N1) oleh hewan unggas. Hewan ternak warga umumnya mengkonsumsi air selokan sebagai air minum. Bau yang tidak sedap berasal dari unsur nitrogen dan sulfida dalam kotoran ayam, yang selama proses dekomposisi akan terbentuk gas amonia, nitrat, nitrit, dan gas hidrogen sulfide. Udara yang tercemar gas amonia dan sulfida dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Amonia dapat menghambat pertumbuhan ternak dan pada manusia dapat menyebabkan iritasi mata serta gangguan pernafasan.
Berdasarkan berbagai permasalahan yang terjadi memberikan dampak negatif karena perilaku dari warga yang kurang menjaga kualitas lingkungan maka diperlukan upaya penanganan dan pengelolaan lingkungan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sehingga nantinya diharapkan terjalin informasi dan komunikasi yang edukatif untuk mewujudkan mutu lingkungan yang berkualitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s