Memanen Air Hujan (Rain Water Harvesting) dari Atap Rumah

[Taty A] Rain harvesting alias memanen air hujan merupakan salah satu cara memanfaatkan air hujan.
Air hujan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air bersih, bila udara/atmosfer tidak mengalami polusi.
Kota-kota metropolitan dengan kualitas udara yang telah tercemar, warganya tidak dianjurkan memanen air hujan untuk air bersih.
Komponen yang diperlukan untuk memanen air hujan adalah :

  • Area penangkapan air hujan berupa area datar, untuk menampung air hujan yang jatuh. Semakin luas bidang penangkapan ini, semakim banyak air hujan yang dapat dipanen. Area penangkapan tidak boleh tercemari, sehingga harus bersih, terbuat dari bahan anti karat, misalnya dari bahan beton.
  • Pipa atau saluran pengalir air hujan. Berupa pipa untuk mengalirkan air hujan menuju ke tangki penyimpanan melalui pipa atau talang. Pipa pengalir air hujan ini sebaiknya memiliki slope atau kemiringan, sesuai dengan kebutuhan.
  • Tempat penyimpanan atau penampungan air hujan ini bisa berwujud tangki alami seperti kolam atau dam, maupun tangki buatan seperti tong atau bak. Tempat penyimpan perlu dilengkapi filter/saringan yang berfungsi untuk menyaring sampah (daun, plastik, dll) yang mungkin ikut terbawa air hujan. Filter dapat dilepas dengan mudah dan dibersihkan dari sampah.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s