Pada tahun 2015 Hari Air Se-Dunia mengambil tema Water and Sustainable Development.

Beberapa hari yang lalu kita memperingati Hari Air Se-Dunia, tahukan kalian bahwa hari air sedunia atau yang sering disebut dengan world water day diperingati setiap tanggal 22 Maret. Hari Air Se-Dunia berawal dari Konferensi Bumi atau Conference on Environment and Development (UNCED) oleh PBB di Rio de Janeiro, Brazil pada tahun 1992. Melalui Resolusi PBB Nomor 147/1993 menetapkan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993. Setiap tahun, peringatan Hari Air se-Dunia memiliki tema yang berbeda-beda.

Thumbnailer.ashx

Berikut merupakan tema Hari Air Se-Dunia dari tahun ke tahun (Tema Tahun)

  1. Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business 1994
  2. Water and Woman 1995
  3. Water for Thirsty City 1996
  4. The World’s Water: is There Enough? 1997
  5. Groundwater – the Invisible Resource 1998
  6. Everyone Lives Downstream 1999
  7. Water for 21st Century 2000
  8. Water for Health 2001
  9. Water for Development 2002
  10. Water for Future 2003
  11. Water and Disasters 2004
  12. Water for Life 2005
  13. Water and Culture 2006
  14. Coping with Water Scarcity 2007
  15. Sanitation 2008
  16. Shared Waters Shared Opportunities 2009
  17. Clean Water for a Healty World 2010
  18. Water for Cities, Responding to The Urban Challenge 2011
  19. Water and Food Security 2012
  20. Water Cooperation 2013
  21. Water and Energy 2014
  22. Water and Sustainable Development 2015

*Diolah dari berbagai sumber
Air merupakan sumber daya alam yang paling utama dalam memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Air senantiasa memiliki peranan penting di setiap segi kehidupan manusia. Di tahun 2015 Hari Air Se-Dunia mengambil tema Water and Sustainable Development. Mencermati dari tema tersebut bahwa air merupakan sumber daya dalam pembangunan berkelanjutan. Secara konsep menurut Brutland Comission bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan dalam rangka memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan masa depan.
Air memiliki hubungan penting dalam pembangunan berkelanjutan. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan berkelanjutan maka output yang didapatkan nantinya adalah memenuhi kebutuhan dalam rangka kesejahteraan manusia. Kesejahteraan manusia dapat ditentukan bagaimana kita bisa mendapatkan air, entah dalam artian air bersih maupun air minum dan kualitas dari pembangunan berkelanjutan ditentukan pula dari kualitas air yang kita gunakan. Ketika kualitas air yang kita gunakan semakin buruk maka dapat pula disimpulkan bahwa dalam pembangunan berkelanjutkan kurang atau bahkan tidak memperhatikan pengelolaan sumber daya, seperti air.
Salah satu faktor penting dari air dalam rangka pembangunan keberlanjutan adalah ketersediaan air. Ketersediaan air perlu kita pertahankan secara keberlanjutan, dikarenakan dari volume total air 1.4 milyar km3 hanya 2,5 % yang berupa air tawar dan sisanya 97,5 % adalah air laut (Comprehensive Assesment of The Freshwater Resources of The World). Air laut memiliki potensi yang luar biasa. Oleh karena itu, kita wajib memiliki kemampuan dalam mengolah dan memanfaatkan air laut tersebut melalui teknologi yang tepat. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai air minum, kandungan kimia yang dimiliki air laut, seperti Na+ dapat dimanfaatkan lebih jauh oleh bidang lain, seperti bidang kesehatan.
Ancaman krisis air di wilayah Indonesia kerap kali terjadi dan dikhawatirkan akan semakin meluas. Berdasarkan hasil riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2009, cadangan air di Indonesia sebanyak 2530 km3. Namun, cadangan air ini tidak tersebar secara merata dan ditambah dengan kualitas yang tidak lagi baik dikarenakan pencemaran air.
Ketersediaan air di daratan Indonesia pada tahun 2008 mencapai 16.800 m3/kapita/tahun. Pulau Jawa yang didiami 65% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, justru memiliki ketersediaan air yang paling kecil, yaitu 1.600 m3/kapita/tahun. Sedangkan, ketersediaan air paling banyak yang mencapai 25.500 m3/kapita/tahun berada di Papua. Pulau Jawa hanya memiliki 4,5% dari seluruh potensi air tawar Indonesia. (Seminar Peringatan Hari Air Se-Dunia Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jawa Timur, 2015). Tingkat kewaspadaan perlu kita tingkatkan terhadap tekanan dalam ketersediaan air di Pulau Jawa. Jika tidak, maka Pulau Jawa terancam dilanda krisis air. Selain itu, kondisi air tanah di Pulau Jawa cukup memprihatinkan. Hal ini dikarenakan ketika mengalami musim kering, air tanah digunakan petani untuk keperluan pertanian, seperti irigasi. Ketika mengalami musim hujan, Indonesia mengalami surplus air bahkan di beberapa daerah mengalami banjir. Namun, ketika mengalami musim kemarau beberapa Pulau di Indonesia mengalami kekeringan, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Reservoir merupakan salah satu bentuk pengelolaan air. Jumlah reservoir di dunia berada di 47.665 lokasi. Lokasi reservoir terbanyak dimiliki oleh Tiongkok sebesar 22.000 lokasi, sedangkan Indonesia memiliki 99 lokasi reservoir (Seminar Peringatan Hari Air Se-Dunia Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jawa Timur, 2015). Keberadaan reservoir di Indonesia sangat penting, fungsi reservoir sebagai cadangan air diperkirakan bisa membantu ketika Indonesia mengalami ancaman krisis air.
Ketika berbicara mengenai pembangunan keberlanjutan maka, kinerja prasarana dan sarana sumber daya air perlu diperhatikan. Saat ini baru 45 juta penduduk perkotaan dan 7 juta penduduk pendesaan yang mendapat layanan sistem penyaluran air bersih. Bahkan, beberapa kota besar sebanyak 73% kebutuhan air dalam rangka keperluan rumah tangga menggunakan air tanah (Seminar Peringatan Hari Air Se-Dunia Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jawa Timur, 2015). Seringkali banyak kita jumpai, pada umumnya masyarakat jaman sekarang lebih menggunkan air minum dalam kemasan atau air minum isi ulang sebagai kebutuhan air minum atau keperluan memasak. PDAM yang notabene seharusnya digunakan sebagai kebutuhan air minum atau keperluan memasak justru digunakan diluar kebutuhan tersebut.

Beberapa permasalahan dan tantangan dalam pemenuhan ketersediaan air daam rangka air sebagai sumberdaya pembangunan keberlanjutan, antara lain
1. Pemenuhan kebutuhan air baku
2. Penyediaan infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan dan energi
3. Pengelolaan resiko terhadap banjir dan kekeringan
4. Menekan alih fungsi lahan
5. Melakukan upaya dan langkah adaptasi perubahan iklim serta antisipasi kekeringan
6. Koordinasi, kelambagaan, ketatalaksanaan, dan partisipasi
7. Penangannan DAS kritis
8. Regulasi pengambilan air permukaan tanpa ijin
9. Kualitas air terhadap pencemaran
Penulis : Achmad Chusnun Ni’am

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s