Pencemaran laut dari kegiatan transportasi batubara

IMG_20141015_160337oleh : Achmad Ramadhan (mahasiswa Teknik Lingkungan)

Hmmmm.. disini saya mau sedikit nulis artikel tentang kejadian tersebut.
Dari kita tau di Indonesia ada Penambangan Batu Bara. Saya ambil contoh khusunya Di Kalimantan aja ya berhubung saya berasal dari Kalimantan sih.. hehehehe.
Batubara merupakan salah satu bahan galian strategis yang sekaligus menjadi sumber daya energy yang sangat besar. Indonesia pada tahun 2006 mampu memproduksi batu bara sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya diekspor. Sementara itu sekitar 29 juta ton diekspor ke Jepang. indonesia memiliki cadangan batubara yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan dalam jumlah kecil, batu bara berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan Sulawesi.


Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat besar dan menduduki posisi ke-4 di dunia sebagai negara pengekspor batubara. Di masa yang akan datang batubara menjadi salah satu sumber energi alternatif potensial untuk menggantikan potensi minyak dan gas bumi yang semakin menipis. Pengembangan pengusahaan pertambangan batubara secara ekonomis telah mendatangkan hasil yang cukup besar, baik sebagai pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun sebagai sumber devisa.
Bersamaan dengan itu, eksploitasi besar-besaran terhadap batubara secara ekologis sangat memprihatinkan karena menimbulkan dampak yang mengancam kelestarian fungsi lingkungan hidup.
Nahh….. dalam penambangannya saja sudah mengakibatkan Kerusakan Lingkungan setelah itu kegiatan pengangkutan batu bara juga mengakibatkan dampaknya.
Cara pengangkutan batu bara ke tempat batu bara tersebut akan digunakan tergantung pada jaraknya. Untuk jarak dekat, batu bara umumnya diangkut dengan menggunakan ban berjalan atau truk. Untuk jarak yang lebih jauh di dalam pasar dalam negeri, batu bara diangkut dengan menggunakan kereta api atau tongkang atau dengan alternatif lain dimana batu bara dicampur dengan air untuk membentuk bubur batu dan diangkut melalui jaringan pipa.
Kapal laut umumnya digunakan untuk pengakutan internasional dalam ukuran berkisar dari Handymax (40-60,000 DWT), Panamax (about 60-80,000 DWT) sampai kapal berukuran Capesize (sekitar 80,000+ DWT). Sekitar 700 juta ton (Jt) batu bara diperdagangkan secara internasional pada tahun 2003 dan sekitar 90% dari jumlah tersebut diangkut melalui laut.
Pengangkutan batu bara dapat sangat mahal – dalam beberapa kasus, pengangkutan batu bara mencapai lebih dari 70% dari biaya pengiriman batu bara. Tindakan-tindakan pengamanan diambil di setiap tahapan pengangkutan dan penyimpan batu bara untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup.

20121024batubara-antKegiatan Transportasi Batu Bara melalui perairan

Saya disini akan melihatkan salah satu contoh kasus dari kegiatan transportasinya melalui Laut.

DSCF8019

Batulicin-Ironis, setelah sempat berkilah, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah ( Bapedalda) Tanah Bumbu akhirnya tak bisa berkata apa apa atas temuan baru Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu yang mendapati Pencemaran Limbah Batubara di Pantai Angsana, yang selama ini dicurigai akibat dari aktifitas bongkar muat Batubara di 3 Pelabuhan Khusus (Pelsus) yang terdapat di sekitar kawasan budidaya terumbu karang itu.
Sebelumnya, berkat laporan LSM Perikanan, Pemerhati terumbu karang dan masyarakat Angsana yang sempat melalui proses pembahasan di meja DPRD atas dugaan pencemaran itu, Bapedalda Tanah Bumbu sempat mengatakan, bahwa berdasarkan hasil temuan dan pemilitian pihaknya bersama Tim Unlam, serta BPLH Provensi Kalimantan Selatan, di lokasi tersebut tidak ada indikasi pencemaran. Alias tudingan yang digelontorkan LSM dan Masyarakat angsana itu dianggap tidak benar.
Namun, dari hasil temuan Bidang Pengawasan kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu yang menurunkan Tim Pengawasannya tertanggal 11 April 2010 kemarin. Ditemukan di sepanjang 2 Km Pantai Angsana kecamatan Angsana hamparan debu batubara sudah mencapai ketebalan rata-rata 2cm. Dengan kondisi seperti itu didaratan bibir pantai, dengan kasat mata terlihat bulir-bulir batubara itu tergerus terbawa arus ombak hingga larut menyatu dengan air laut.
“temuan sementara seperti itu, nanti kita tindak lanjut, koordinasi lebih jauh dengan instansi terkait lainnya” ujar Asparai selaku Kepala Bidang Pengawasan Kelautan dan Perikanan Tanbu.
Kepala Bapedalda Tanah Bumbu Ir. Erno Rudi Handoko melalui Sekretarisnya drg. Hary mengatakan, sebelum adanya laporan yang masuk keBapedalda, pihaknya belum bisa berbuat banya. Selain menunggu kedatangan petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup, Perhubungan serta Kementrian Kelautan dan Perikanan, untuk meninjau serta melakukan kajian mendalam terhadap adanya dugaan pencemaran itu.
Samsul Bahri S. Ag, Anggota DPRD Tanah Bumbu kepada wartawan di batulicin, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat laporan pencemaran batubara terhadap kawasan pantai Angsana itu kepada Kementrian lingkungan Hidup di Jakarta. Serta meminta Kementrian Lingkungan Hidup untuk segera melakukan pengkajian dan penelitian di laut Angsana.

Nahh dari Kasus tersebut akan mengakibatkan dampak terhadap air
Permukaan batubara yang mengandung pirit (besi sulfide) berinteraksi dengan air menghasilkan Asam sulfat yang tinggi sehingga terbunuhnya ikan-ikan di sungai, tumbuhan, dan biota air yang sensitive terhadap perubahan pH yang drastis.
Batubara yang mengandung uranium dalam konsentrasi rendah, torium, dan isotop radioaktif yang terbentuk secara alami yang jika dibuang akan mengakibatkan kontaminasi radioaktif. Meskipun senyawa-senyawa ini terkandung dalam konsentrasi rendah, namun akan memberi dampak signifikan jika dibung ke lingkungan dalam jumlah yang besar. Emisi merkuri ke lingkungan terkonsentrasi karena terus menerus berpindah melalui rantai makan dan dikonversi menjadi metilmerkuri, yang merupakan senyawa berbahaya dan membahayakan manusia. Terutama ketika mengkonsumsi ikan dari air yang terkontaminasi merkuri.

.
SOLUSI TERHADAP DAMPAK DAN PENGARUH PERTAMBANGAN BATUBARA
Tidak dapat di pungkiri bahwa pemerintah mempunyai peran yang penting dalam mencari solusi terhadap dampak dan pengaruh pertambangan batu bara yang ada di indonesia. Pemerintah harus menyadari bahwa tugas mereka adalah memastikan masa depan yang dimotori oleh energi bersih dan terbarukan. Dengan cara ini, kerusakan pada manusia dan kehidupan sosialnya serta kerusakan ekologi dan dampak buruk perubahan iklim dapat dihindari.
Sayangnya, Pemerintah Indonesia ingin percaya bahwa batubara jawaban dari permintaan energi yang menjulang, serta tidak bersedia mengakui potensi luar biasa dari energi terbarukan yang sumbernya melimpah di negeri ini.
Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh penambang batu bara dapat ditempuh dengan beberapa pendekatan, untuk dilakukan tindakan-tindakan tertentu sebagai berikut :

  1. Pendekatan teknologi, dengan orientasi teknologi preventif (control/protective) yaitu pengembangan sarana jalan/jalur khusus untuk pengangkutan batu bara sehingga akan mengurangi keruwetan masalah transportasi. Pejalan kaki (pedestrian) akan terhindar dari ruang udara yang kotor. Menggunakan masker debu (dust masker) agar meminimalkan risiko terpapar/terekspose oleh debu batu bara (coal dust).
  2. Pendekatan lingkungan yang ditujukan bagi penataan lingkungan sehingga akan terhindar dari kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan. Upaya reklamasi dan penghijauan kembali bekas penambangan batu bara dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk malaria. Dikhawatirkan bekas lubang/kawah batu bara dapat menjadi tempat perindukan nyamuk (breeding place).
  3. Pendekatan administratif yang mengikat semua pihak dalam kegiatan pengusahaan penambangan batu bara tersebut untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku (law enforcement).
  4. Pendekatan edukatif, kepada masyarakat yang dilakukan serta dikembangkan untuk membina dan memberikan penyuluhan/penerangan terus menerus memotivasi perubahan perilaku dan membangkitkan kesadaran untuk ikut memelihara kelestarian lingkungan.

Hmmm kesimpulaanya…
Setiap kegiatan pastilah menghasilkan suatu akibat, begitu juga dengan kegiatan eksploitasi bahan tambang, pastilah membawa dampak yang jelas terhadap lingkungan dan juga kehidupan di sekitarnya, dampak tersebut dapat bersifat negatif ataupun positif, namun pada setiap kegiatan eksploitasi pastilah terdapat dampak negatifnya, hal tersebut dapat diminimalisir apabila pihak yang bersangkutan bertanggung jawab terhadap pengolahan sumber daya alamnya dan juga memanfaatkannya secara bijaksana.
Sebagai contoh adalah kegiatan pertambangan batubara di pulau Kalimantan yang bisa dibilang telah mencapai tahap yang kronis, dengan menyisakan lubang-lubang besar bekas kegiatan pertambangan dan juga dampak-dampak yang lainnya. Hal tersebut setidaknya dapat diminimalisir dan dikurangi dampaknya apabila kita melakukan tindakan perbaikan dan juga memanfaatkan SDA secara bijaksana. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s