Tumpahan minyak mentah di Laut Timor

fotooleh : : Ivan Luis Pereira (mahasiswa Teknik Lingkungan)

Kasus tumpahan minyak di lautan merupakan suatu hal yang tidak asing lagi di kehidupan kita, dalam dekade terakhir ini, sering kita dengar kasus tumpahan minyak di perairan yang kemudian menyebar luas hingga puluhan kilometer. Seperti yang terjadi di teluk meksiko pada tahun 2010 menjadi tumpahan minyak terbesar sepanjang sejarah, dan menyebar luas hingga 24.000 km2. Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi yang paling dibutuhkan di dunia, lebih-lebih pada kegiatan industrialisasi maupun transportasi. Oleh karena itu, segala macam cara dilakukan untuk dapat mengeksploitasi sumber energi tersebut. sehingga minyak bumi ini menjadi perhatian serius bagi banyak pemerintahan di banyak negara.

Saat ini minyak bumi masih menjadi sumber energi terbesar di banyak kawasan di dunia, dengan persentase bervariasi mulai dari yang terendah 32% di Eropa dan Asia, sampai yang paling tertinggi di Timur Tengah, yaitu mencapai 53%. Di kawasan lainnya, persentase pemakaian minyak bumi sebagai sumber energi untuk Amerika Selatan dan Tengah mencapai 44%, Afrika 41%, dan Amerika Utara 40%. Tumpahan minyak terakhir terjadi di laut timor pada tahun 2009 lalu oleh operator kilang minyak PTTEP Australia yang berlokasi di Montara Welhead Platform (WHP), Laut Timor atau 200 km dari Pantai Kimberley, Australia, yang menyebar sejauh kurang lebih 80 km hingga memasuki perairan Nusa tenggara timur (NTT), Indonesia pada tanggal 30 agustus 2010. Akibat tumpahan tersebut, banyak biota laut seperti (ikan, ganggang, lumut, plankton, fitoplankton, dll) mati karena terkena zat berbahaya yang dikandung dalam minyak tersebut dan juga menghambat pekerjaan nelayan di sekitar pesisir laut Nusa tenggara timur (NTT) bahkan para nelayan sempat berhenti menangkap ikan sekitar beberapa bulan. Akibat hal tersebut juga terjadi penurunan jumlah penangkapan dan juga gagal panen rumput laut. Minyak jenis light crude oil, dengan kandungan sulfur 0,5 % hydrogen sulfide dan carbon dioxide, lebih rendah dari kandungan sulfur dalam sour crude oil. Kandungan tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan keragaman hayati laut, terutama jika terdampar dipesisir. Pada akhirnya tumpahan minyak di perairan laut Timor dibersihkan oleh pihak PTTEP Australia setelah beberap minggu terjadi peristiwa tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s