STOP Perilaku Buang Air Besar Sembarangan alias BABS !

Dilarang Buang Air Besar dan KEcil di Sungai

Masih banyaknya orang-orang yang buang air besar sembarangan (BABS), merupakan salah satu masalah sanitasi dan air bersih. Padahal, perilaku tidak sehat ini, bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan risiko penyakit.

gcWfHo14Z5

Perilaku Buang Air Besar Sembarangan – BABS adalah :

Buang Air Besar di sungai atau dilaut : Buang Air Besar di sungan atau dilaut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan teracuninya biota atau makhluk hidup yang berekosistem di daerah tersebut. Selain itu, buang air besar di sungai atau di laut dapat memicu penyebaran wabah penyakit yang dapat ditularkan melalui tinja.

Buang Air Besar di sawah atau di kolam :  Buang Air Besar di sawah atau kolam dapat menimbulkan keracunan pada padi karena urea yang panas dari tinja. Hal ini akan menyebakan padi tidak tumbuh dengan baik dan dapat menimbulkan gagal panen.

Buang Air Besar di pantai atau tanah terbuka, dapat mengundang serangga seperti lalat, kecoa, kaki seribu, dsb yang dapat menyebarkan penyakit akibat tinja. Pembuangan tinja di tempat terbuka juga dapat menjadi seBuang Air Besarpencemaran udara sekitar dan mengganggu estetika lingkungan

babs

Dampak BABS

Dampak penyakit yang paling sering terjadi akibat buang air besar sembarangan ke sungai adalah tersebarnya  bakteri Escherichia Coli, yang dapat menyebabkan penyakit diare. Setelah itu bisa menjadi dehidrasi, lalu karena kondisi tubuh turun maka masuklah penyakit-penyakit lain.

Banyak orang yang BAB sembarangan karena memang sudah menjadi kebiasaan yang sulit diubah, atau memang karena tidak adanya toilet di tempat mereka.

Di daerah perkotaan, kebiasaan BAB sembarangan ini lebih karena tidak adanya lahan untuk membangun WC di rumah mereka karena terlalu padat. Jadi mereka lebih memilih BAB di sungai, karena lebih gampang daripada mencari toilet umum yang harus bayar.

Di daerah perkotaan sendiri, kontaminasi fases terhadap tanah dan air merupakan hal yang umum terjadi. Sumber air untuk kebutuhan sehari-hari juga sangat dekat dengan septik tank atau pembuangan toilet. Kondisi ini berkontribusi besar terhadap penyebaran penyakit dan peningkatan resiko kematian anak akibat diare.

Selain menyebabkan kematian, diare yang berulang juga menyebabkan gizi buruk, sehingga menghalangi anak-anak untuk dapat mencapai potensi maksimal mereka. Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan dampak yang serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan kemampuan produktif suatu bangsa di masa mendatang.

p15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s