Forum 3R (Reduce, Reuse, Recyle) se- Asia dan Pasifik ke-5

5th_3r

Forum 3R (Reduce, Reuse, Recyle) se- Asia dan Pasifik ke-5 , 25-27 Pebruari 2014 di Surabaya, Jawa Timur diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI,  Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dan United Nations Centre for Region Development (UNCRD).

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 400 peserta, terdiri dari 100 peserta Internasional dari perwakilan pemerintah, ahli dalam bidang 3R atau manajemen sampah, perwakilan organisasi bilateral, multilateral, dan perwakilan PBB. Hadir juga perwakilan Sedangkan 280 peserta lain merupakan undangan dari Kemen PU dan KLH yang mencakup perwakilan pemerintah pusat dan daerah.

Tujuan forum ini – Forum 3R (Reduce, Reuse, Recyle) adalah;

  1. Mendiskusikan dan membahas berbagai bentuk kemitraan dan koalisi dalam implementasi kebijakan dan program 3R, termasuk implementasi Deklarasi 3R Ha noi (2013-2023);
  2. Mendiskusikan potensi kerjasama regional di antara Small Islands Developing States (SIDS) dalam penanganan isu-isu dan tantangan dalam pengelolaan sampah termasuk plastik di lingkungan pesisir dan laut;
  3. Mendiskusikan dan mengeksplorasi model bisnis yang layak diterapkan dengan kerjasama aktif antara sektor publik, swasta/dunia usaha, serta lembaga penelitian dan pengembangan;
  4. Mengidentifikasi peluang untuk tindakan kolaboratif dan kemitraan termasuk mekanisme pendukung bilateral, multilateral, dan regional dalam pengembangan infrastruktur dan skema proyek percontohan 3R (eco-industri zona, taman ilmu pengetahuan, fasilitas pemulihan sumberdaya, industri daur ulang, proyek waste-to-energy, Extended Producer Responsibility/EPR, produk hijau/eco-labeling);
  5. Mengidentifikasi kemungkinan kerjasama antara Forum Regional 3R se Asia dan Pasifik dengan Climate and Clean Air Coalition(CCAC) dalam mitigasi Short- Lived Climate Pollutants (SLCP

 

Adapun hasil yang diharapkan dari forum tersebut adalah:

  1. Meningkatnya kesadaran dan wawasan akan pentingnya kemitraan yang berlapis dan  koalisi  dalam  implementasi  kebijakan dan program 3R serta implementasi Ha Noi 3R Declaration (2013-2023);
  2. Meningkatnya pengertian mengenai hambatan berbagai kondisi yang memungkinkan kemitraan yang berlapis dalam implementasi  3R;
  3. Teridentifikasinya  peluang kemitraan  dalam  mengembangkan  model  bisnis  yang layak untuk meningkatkan skala aplikasi  3R  dan  penggunaan  teknologi  yang  relevan;  
  4. Rekomendasi   kerangka   kerjasama   regional   antara   SIDS   mengenai   3R   untuk mengatasi masalah umum yang menjadi perhatian; dan

Mengingkatnya wawasan mengenai potensi sinergi antara Forum Regional 3R di Asia dan Pasifik dan Climate and Clean Air Coalition (CCAC)

 the-waste-hierarchy-e1338943183781

Prinsip 3R yakni pengelolaan sampah yang lebih baik untuk lingkungan dengan mengurangi sampah (reduce), menggunakan kembali sampah (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, dengan total penduduk sebanyak 237 juta jiwa. Diperkirakan jumlah penduduk ini akan bertambah menjadi 270 juta pada tahun 2025. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, diperkirakan akan dihasilkan sampah sebanyak 130.000 ton/hari. Ini merupakan potensi yang besar sebagai sumberdaya (bahan yang dapat di daur ulang, sumber energi, dll), tetapi saat ini sebagian besar masih menjadi sumber penyebab polusi. Pengurangan sampah untuk membatasi volume sampah yang dihasilkan harus segera dilakukan.

Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan konsep Bank Sampah di berbagai provinsi. Sampai dengan tahun 2013 telah berdiri 1.443 Bank Sampah di 56 Kota yang tersebar di 19 Provinsi. Lebih dari dua juta kilogram sampah per bulan yang berhasil diolah dengan adanya bank sampah tersebut disamping keuntungan ekonomi yang diperoleh langsung oleh masyarakat sebagai penabung. Ada beberapa aktivitas pengurangan sampah yang telah dikembangkan di Indonesia sebagai proyek percontohan 3R di beberapa provinsi. Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun kurang lebih 525 fasilitas pengolahan sampah 3R pada periode 2010-2014

Berkaitan dengan perubahan iklim, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah membuat desain engineering untuk prototype alat pengumpulan dan pengolahan gas yang dihasilkan dari tempat pembuangan sampah. Beberapa kota juga telah membuat inovasi dalam pengelolaan gas dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) seperti Kendari, Bitung, Probolinggo, Banjar, Malang dan lain-lain serta pengelolaan gas pada fasilitas pengolahan 3R di Malang.

Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan Program Kampung Iklim yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pelibatan masyarakat secara langsung dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satu kegiatan mitigasinya adalah Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat terkait dengan Pewadahan dan pengumpulan, Instalasi Pengolahan, Pemanfaatan limbah padat serta Penerapan konsep zero-waste.

 tempat-sampah

Sumber :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: