Dampak Lingkungan BBM Fosil

 

disusun oleh : Mita Apriana dan Lisa Apriani

Didasari atau tidak, penggunaan Bahan Bakar Minyak berbasis fosil saat ini telah menjadi penyebab utama perubahan iklim dunia. Bahan bakar fosil itu meliputi minyak bumi, batu bara, dan gas alam, yang biasa digunakan manusia sebagai sumber energi untuk transportasi, industri, dan rumah tangga. Di seluruh dunia, minyak bumi, batu bara, dan gas alam memasok 88% dan kebutuhan energi global. Padahal, ketiga jenis energi itu bisa menghasilkan gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (NO2) yang jumlahnya semakin lama semakin memenuhi kuota atmosfer dunia.

 

Ketika jenis gas ini meneruskan radiasi gelombang-pendek atau cahaya matahari dan memantulkan radiasi gelombang-gelombang atau radiasi-balik dalam wujud panas bumi, dapat menyebabkan suhu atmosfer bumi semakin panas. Gas-gas tersebut memiliki sifat seperti kaca membungkus bumi dengan “selimut buatan”. Hal ini kemudian dikenal dengan istilah efek rumah kaca yang berujung pada perubahan iklim dan pemanasan global (global warming). Selain itu, pemakaian bahan bakar fosil berjalan sekitar 200-an tahun, akan diketahui bahwa telah terjadi kelebihan CO2. Emisi CO2 yang dihasilkan akan mengganggu sistem penyerapan tumbuh-tumbuhan sehingga tidak bisa berlangsung secara sempurna. Terlebih ditambah penggunaan bahan bakar fosil yang membuat keseimbangan komposisi gas-gas di atmosfer berubah.

 

BBM fosil, baik premium, solar, maupun minyak tanah merupakan bahan bakar yang bersifat tidak bisa diperbaharui yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk membentuknya kembali, bersifat mencemari lingkungan dengan efek rumah kacanya, kontinuitas suplainya tidak terjamin, dan bersifat tidak berkelanjutan. Jika tidak ada perubahan pada pola konsumsi masyarakat terhadap BBM, cadangan BBM diperkirakan akan habis kurang dan 200 tahun lagi. Pada kondisi demikian, apapun  yang diusahakan termasuk penghematan, efisiensi, dan penggunaan teknologi canggih tidak akan berarti apa-apa lagi.

 

(Sumber: Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi, 2010, “Bahan Bakar Alternatif dari Tumbuhan sebagai Pengganti Minyak Bumi&Gas” )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s