BAKU TINGKAT KEBISINGAN DAN NILAI AMBANG BATAS KEBISINGAN

Oleh : Rahmanu Eko H

 

Batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan telah diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan. Sedangkan nilai ambang batas kebisingan di tempat kerja telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2011 tentang nilai ambang batas faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja.

Continue reading

Advertisements

DAMPAK KEBISINGAN DARI KEGIATAN KONSTRUKSI

Oleh : Rahmanu Eko H

 

Kita mungkin pernah melakukan aktivitas di suatu tempat yang amat dekat dengan kegiatan konstruksi, misal pembangunan gedung kantor, sekolah, apartemen, rumah sakit, dll. Kegiatan tersebut pasti menimbulkan suara yang bising dan mengganggu kenyamanan kita. Tahukah anda bahwa paparan kebisingan yang terus menerus dapat mengganggu kesehatan manusia?

Continue reading

Mengenal Air Asam Tambang

Oleh : Ayu Nindya Puspa

 

Selain kegiatan produksi di industri, kegiatan pertambangan juga menghasilkan limbah. Eksplorasi tambang dengan cara open pit atau penggalian skala besar akan menghasilkan limbah berupa air asam tambang. Apa sih air asam tambang itu?

Air asam tambang atau biasa juga dikenal sebagai Acid Mine Drainage (AMD) atau Acid Rock Drainage (ARD) adalah kondisi dimana air di dalam atau sekitar area pertambangan memiliki kadar keasamanan yang sangat tinggi, biasanya nilai pH nya kurang dari lima. Tiga unsur pembentuk air asam tambang adalah air, mineral sulfida, dan oksigen. Ketika mineral sulfida terkena oksigen dan air, maka akan terbentuk air asam tambang. Air asam tambang bahkan masih terbentuk setelah tambang tersebut ditutup atau sudah tidak beroperasi lagi.

Air asam tambang berdampak buruk bagi lingkungan, terutama apabila sudah terlepas ke badan air seperti sungai, danau, dan mencemari air tanah. Air asam tambang bersifat toksik sehingga tidak dapat dikonsumsi. Untuk menanggulangi pencemaran air asam tambang maka air asam tambang yang terbentuk dialirkan ke suatu bak untuk kemudian dinetralkan. Cara mentralkan air asam tambang adalah dengan menambahkan kapur Diharapkan dengan penambahan kapur, pH air asam tambang dapat mendekati netral dan aman untuk dibuang ke lingkungan.

Sumber gambar :

PT. MAKMUR SEJAHTERA AGUNG

http://assets-a1.kompasiana.com/statics/files/14171761091214381162.png?t=o&v=800

 

 

BEGITU BERHARGANYA AIR HUJAN, MASIHKAH TIDAK BERHEMAT AIR?

(Oleh Arlini Dyah R.)

 

Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan. Ketersediaan air bersih dinilai layak apabila terpenuhi 3 aspek, yaitu aspek Kuantitas, Kualitas maupun Kontinuitas (3K). Namun di beberapa daerah di Indonesia masih sering dijumpai masyarakat yang kekurangan air bersih. Penyebab dari kondisi ini sangat beragam, mulai dari kondisi alam daerahnya, fasilitas infrastruktur air bersih yang kurang memadai, kekeringan dan lain sebagainya. Masyarakat di daerah yang mengalami krisis air bersih, misalnya di Kota Sorong memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Kota Sorong merupakan kota administratif yang terletak di Propinsi Papua Barat. Kebutuhan air bersih masyarakat di beberapa daerah di Kota Sorong masih kurang dikarenakan kondisi air tanahnya yang cukup dalam dengan kualitas yang kurang bagus untuk digunakan sebagai air bersih. Selain itu, fasilitas infrastrukstur penyediaan air bersih dari PDAM belum mencukupi untuk pelayanan seluruh masyarakat di Kota Sorong.

Continue reading

MEKANISME KERJA STASIUN PEMANTAU KUALITAS UDARA

Oleh : Rahmanu Eko H.

Secara umum perangkat stasiun pemantau kualitas udara terdiri dari alat detektor, server pemantau, dan alat display ISPU. Alat detektor berfungsi sebagai penangkap sekaligus mengukur parameter pencemar udara. Di dalam perangkat detektor terdapat panel surya, main board, baterai, 5 buah gas sensor, alat meteorologis, dan data transmisi. Alat meteorologis pada detektor berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan angin.

Continue reading